Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu se-Provinsi DKI Jakarta Perkuat Kebugaran Fisik dan Ketangguhan Mental melalui Jumat Sehati

Jumat Sehati, 6 November

dr. Theresia Citraningtyas, MWH, PhD, Sp.KJ sebagai narasumber pada Jumat Sehati yang dilakukan secara daring melalui Zoom Meeting, Jum'at (6/November/2026).

Jakarta, Badan Pengawas Pemilu Kota Jakarta Utara - Bawaslu se-Provinsi DKI Jakarta bersama seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota se-DKI Jakarta menyelenggarakan Program Jumat Sehati secara daring, Jumat (6/11/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Surat Edaran Bawaslu Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pelaksanaan Kegiatan Jumat Sehati dan Jumpa Berlian di lingkungan Bawaslu.

Mengangkat tema “Bugar Raganya, Tangguh Jiwanya, Maksimal Kinerjanya Untuk Pengawasan Pemilu Optimal dan Profesional”, kegiatan ini menghadirkan dr. Theresia Citraningtyas, MWH, PhD, Sp.KJ, sebagai narasumber.

Kegiatan Jumat Sehati menjadi salah satu upaya Bawaslu dalam membangun lingkungan kerja yang sehat dan mendukung kesejahteraan jajaran pengawas pemilu. Melalui kegiatan ini, seluruh peserta diajak untuk memahami bahwa kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik atau ketiadaan penyakit, tetapi juga mencakup kesejahteraan mental, sosial, dan spiritual. Keseimbangan seluruh aspek tersebut menjadi fondasi penting dalam menjalankan tugas pengawasan yang membutuhkan ketelitian, konsistensi, serta kemampuan menghadapi berbagai tantangan.

Dalam pemaparannya, dr. Theresia Citraningtyas menjelaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara tubuh dan jiwa, terutama dalam menghadapi tekanan serta tuntutan pekerjaan. Menurutnya, setiap individu perlu mengenali kondisi diri, memahami batas kemampuan, serta menerapkan pola hidup yang mendukung kesehatan. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pengaturan waktu istirahat, menjaga pola makan, melakukan aktivitas fisik secara rutin, serta mengelola kelelahan dan keluhan kesehatan yang dirasakan.

“Merawat diri merupakan bagian penting sebelum kita dapat membantu orang lain. Kita perlu memastikan bahwa tubuh dan pikiran berada dalam kondisi yang cukup baik agar dapat menjalankan tanggung jawab secara optimal,” menjadi salah satu pesan penting dalam materi yang disampaikan.

Lebih lanjut, narasumber menguraikan bahwa stres merupakan respons alami tubuh terhadap situasi tertentu. Namun, kondisi siaga yang berlangsung terlalu lama atau beban yang terlalu berat dapat berkembang menjadi distres dan kelelahan. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk mengenali tanda-tanda stres, memahami batas diri, serta melatih kemampuan menjaga keseimbangan agar tetap tenang dalam menghadapi berbagai situasi.

Dalam konteks pekerjaan pengawasan pemilu, kemampuan mengelola stres dan menjaga kesehatan mental menjadi hal yang relevan. Jajaran pengawas dituntut untuk tetap fokus, cermat, dan profesional dalam menjalankan tugas. Untuk itu, narasumber membagikan sejumlah langkah sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya melakukan aktivitas fisik, latihan pernapasan, relaksasi otot, serta menerapkan mindfulness dengan menyadari kondisi diri dan hadir sepenuhnya pada saat ini.

Selain itu, peserta juga diajak untuk lebih bijak dalam mengelola informasi, khususnya di tengah derasnya arus berita dan informasi digital. Membatasi waktu mengakses media sosial, memilih sumber informasi yang benar dan terpercaya, memahami inti informasi, serta menyeimbangkan paparan berita dengan aktivitas positif menjadi beberapa langkah yang dapat membantu mengurangi tekanan psikologis.

dr. Theresia juga menekankan pentingnya mengolah perasaan dan mengembangkan potensi diri melalui berbagai cara, seperti menulis, berbagi cerita, menikmati seni, melakukan kegiatan kreatif, serta membangun hubungan sosial yang sehat. Dukungan dari lingkungan sekitar dan kemampuan mengenali kekuatan diri turut berperan dalam membangun ketangguhan mental dan kesejahteraan jiwa.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama peserta. Dalam sesi tersebut, peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, berbagi pandangan, serta mendalami materi yang telah disampaikan narasumber. Diskusi berlangsung sebagai ruang pembelajaran bersama untuk memperkuat pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental dalam mendukung pelaksanaan tugas kelembagaan.

Melalui kegiatan Jumat Sehati, Bawaslu se-Provinsi DKI Jakarta berharap jajaran pengawas pemilu semakin memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan diri, membangun ketangguhan mental, dan menerapkan pola hidup seimbang. Dengan tubuh yang bugar dan jiwa yang tangguh, diharapkan seluruh jajaran dapat terus meningkatkan kualitas kinerja serta menjalankan tugas pengawasan pemilu secara optimal, profesional, dan berintegritas.

Editor : Humas Bawaslu Kota Adm. Jakarta Utara
Penulis dan Foto : Alvi M