Perkuat Kapasitas Komunikasi Kelembagaan, Bawaslu Jakarta Utara Ikuti Program Jumat Sehati
|
Jakarta, Badan Pengawas Pemilu Kota Jakarta Utara - Program Jumat Sehati Bersama Seluruh Jajaran di Lingkungan Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota Se-DKI Jakarta yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi DKI Jakarta secara daring melalui Zoom Meeting, Jumat (7/8/2026).
“Komunikasi merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap lembaga. Karena itu, setiap jajaran Bawaslu perlu memastikan bahwa informasi yang disampaikan berbasis fakta, dikomunikasikan dengan cara dan waktu yang tepat, serta memiliki tujuan yang baik. Dengan komunikasi yang efektif, kita tidak hanya mencegah kesalahpahaman, tetapi juga dapat memperkuat sinergi, menjaga kerukunan, dan membangun persepsi positif terhadap kelembagaan Bawaslu," ujar Anggota Bawaslu Provinsi DKI Jakarta Rini Rianti Andriani pada saat pembukaan kegiatan Jumat Sehati.
Pada kesempatan tersebut, peserta mendapatkan materi bertajuk "Strategi Komunikasi: Membangun Persepsi Positif dalam Merajut Kerukunan Bangsa." Tema ini dipilih sebagai pengingat bahwa komunikasi memiliki peran strategis dalam membangun kepercayaan publik, menjaga harmoni di tengah keberagaman, serta memperkuat citra kelembagaan sebagai institusi yang profesional, transparan, dan berintegritas. Di tengah perkembangan teknologi informasi dan derasnya arus komunikasi digital, kemampuan menyampaikan pesan secara tepat menjadi salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap insan pengawas pemilu.
Latifatul Hasanah sebagai narasumber pada Jumat Sehati kali ini menyoroti bahwa keberagaman suku, budaya, bahasa, adat istiadat, dan agama merupakan karakteristik bangsa Indonesia yang harus dikelola melalui komunikasi yang inklusif, dialogis, dan mengedepankan nilai-nilai moderasi. Komunikasi yang dibangun oleh setiap penyelenggara pemilu diharapkan mampu menjadi perekat persatuan, mengurangi potensi kesalahpahaman, serta memperkuat semangat kebangsaan dalam setiap pelaksanaan tugas pengawasan.
Selain membahas pentingnya membangun persepsi positif, peserta juga diberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk bias kognitif yang dapat memengaruhi proses berpikir, pengambilan keputusan, maupun penyampaian informasi. Materi tersebut mengingatkan bahwa kecenderungan merasa paling benar, mengabaikan fakta yang berbeda dengan keyakinan, hingga penyederhanaan terhadap persoalan yang kompleks berpotensi memengaruhi objektivitas seseorang. Oleh karena itu, setiap insan Bawaslu dituntut untuk senantiasa berpijak pada data, melakukan verifikasi informasi, serta menjaga independensi dan profesionalitas dalam setiap proses komunikasi.
Keikutsertaan Bawaslu Kota Jakarta Utara dalam kegiatan ini merupakan wujud komitmen untuk terus meningkatkan kualitas kepemimpinan, memperkuat budaya kerja kolaboratif, serta mengembangkan kompetensi komunikasi sebagai salah satu modal utama dalam menjalankan fungsi pengawasan pemilu. Penguatan kapasitas tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya organisasi yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi, dinamika sosial masyarakat, serta tantangan penyelenggaraan demokrasi yang semakin kompleks.
Melalui Program Jumat Sehati, Bawaslu Kota Jakarta Utara terus berupaya menginternalisasikan nilai-nilai profesionalisme, integritas, kolaborasi, dan pelayanan publik kepada seluruh jajaran. Dengan komunikasi yang efektif, berbasis fakta, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat, Bawaslu optimistis dapat terus memperkuat kepercayaan publik sekaligus menghadirkan pengawasan pemilu yang berkualitas, berintegritas, dan demokratis.
Editor : Humas Bawaslu Kota Adm. Jakarta Utara
Penulis dan Foto : Alvi M