Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Pencegahan Menuju Pemilu 2029, Bawaslu Kota Jakarta Utara Bangun Sinergi dengan Kementerian Agama Kota Jakarta Utara

Audiensi Kemenag, 1 September

Pimpinan beserta Jajaran Sekretariat Bawaslu Kota Jakarta Utara bersama Kementerian Agama gelar Audiensi, di Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara, Selasa (1/9/2026).

Jakarta, Badan Pengawas Pemilu Kota Jakarta Utara - Menjaga kualitas demokrasi bukan pekerjaan satu lembaga. Dibutuhkan ruang untuk saling mendengar, berbagi pengalaman, dan menyatukan langkah. Semangat itulah yang dibawa Bawaslu Kota Jakarta Utara saat melakukan audiensi dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Jakarta Utara, Selasa (1/9/2026).

Audiensi yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Kemenag Kota Jakarta Utara ini menjadi pertemuan perdana Bawaslu Jakarta Utara dengan Kemenag Kota Jakarta Utara. Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi langkah awal membangun kolaborasi dalam mempersiapkan pengawasan dan pencegahan menuju Pemilu 2029.

Johan Bahdi Ketua Bawaslu Kota  Jakarta Utara, menyampaikan bahwa membangun hubungan kelembagaan sejak dini menjadi bagian penting dalam menciptakan pemilu yang lebih baik.

“Ini merupakan kali pertama kami melakukan audiensi ke Kementerian Agama Kota Jakarta Utara. Kami ingin membangun silaturahmi dan mempererat hubungan kelembagaan dalam rangka menuju Pemilu 2029 yang mengedepankan pencegahan,” ujar Johan.

Sementara itu, M. Sobirin Anggota Bawaslu Kota Jakarta Utara, mengatakan evaluasi terhadap pelaksanaan Pemilu 2024 menjadi salah satu pijakan untuk memperkuat pengawasan ke depan. Bawaslu Jakarta Utara sebelumnya pernah meraih penghargaan Gakkumdu terbaik tingkat kabupaten/kota, namun Jakarta Utara menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapatkan perhatian dari sisi kerawanan.

“Ke depan, kami ingin memperkuat langkah pencegahan agar pelaksanaan pemilu semakin baik. Kemenag memiliki cakupan yang luas, termasuk madrasah dan pondok pesantren. Karena itu, sinergi antarlembaga sangat penting,” kata Sobirin.

Menurut Sobirin, kolaborasi dengan Kemenag memiliki potensi strategis dalam memberikan pemahaman mengenai politik dan kepemiluan kepada masyarakat. Bawaslu Jakarta Utara juga siap mendukung Kemenag dalam memberikan edukasi kepemiluan, sekaligus membangun kesamaan pemahaman terhadap berbagai regulasi pemilu dan aspek keagamaan.

Mawardi Abdul Gani Kepala Kemenag Kota Jakarta Utara, menyambut baik langkah Bawaslu Jakarta Utara untuk membangun sinergi. Ia menilai, pengawalan masyarakat dalam pelaksanaan pemilu membutuhkan sosialisasi serta pemahaman regulasi yang baik. 

Mawardi menyampaikan, Kemenag Jakarta Utara memiliki sekitar 1.500 lembaga binaan yang dapat menjadi bagian dari upaya sosialisasi dan pendidikan kepemiluan. Cakupan tersebut menjadi potensi besar untuk memperluas jangkauan informasi mengenai demokrasi, kepemiluan, netralitas, serta pencegahan berbagai bentuk pelanggaran.

Ke depan, sinergi Bawaslu Jakarta Utara dan Kemenag Jakarta Utara diharapkan tidak berhenti pada audiensi, tetapi dapat diwujudkan dalam bentuk kerja sama kelembagaan.

Audiensi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pengawasan yang lebih kolaboratif. Dengan memperkuat pencegahan, edukasi, dan pemahaman regulasi sejak dini, Bawaslu Jakarta Utara bersama Kemenag diharapkan dapat turut menciptakan pelaksanaan Pemilu 2029 yang semakin demokratis, berintegritas, dan partisipatif.

Editor : Humas Bawaslu Kota Adm. Jakarta Utara
Penulis : Alvi M
Foto : Zulhaedir