Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Jakarta Utara Gelar Penguatan Kapasitas Pengawasan Untuk Perkuat Soft Skill Pada Pemilihan Serentak 2024

Penguatan Kapasitas Lembaga

Bawaslu Jakarta Utara Gelar Penguatan Kapasitas Pengawasan Untuk Perkuat Soft Skill Pada Pemilihan Serentak 2024, pada hari Jumat s.d Sabtu (4 s.d 5 Oktober 2024), di Hotel Hariston Jakarta Utara. 

Jakarta, Bawaslu Jakarta Utara - Dalam rangka meningkatkan kapasitas pengawasan terhadap pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2024, yang meliputi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Utara mengadakan kegiatan Penguatan Kapasitas Kelembagaan, dengan tema "Pelatihan Teknis Pengembangan Keterampilan Interpersonal Skill" yang diselenggarakan pada hari Jumat s.d Sabtu (4 s.d 5 Oktober 2024), di Hotel Hariston Jakarta Utara. 

Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat peran Bawaslu Jakarta Utara dalam menjalankan tugas pengawasan secara optimal, dengan tujuan memastikan Pilkada Serentak 2024 berjalan dengan lancar, adil, dan transparan. Penguatan Kapasitas ini dihadiri dari seluruh Anggota Panwascam, Korsek Panwascam, Staf Panwascam Divisi SDM se-Jakarta Utara, serta dihadiri dari Organisasi Kemasyarakatan yang ada di Jakarta Utara.

Acara ini akan dibuka oleh Johan Bahdi, Ketua Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Utara, yang sekaligus menjadi penanggung jawab kegiatan. Dalam sambutannya, Johan Bahdi akan menekankan pentingnya penguatan kapasitas kelembagaan untuk menghadapi tantangan pengawasan yang semakin kompleks pada Pilkada mendatang.

Selain sambutan dari Ketua Bawaslu, kegiatan ini juga  diisi dengan sambutan dari para pimpinan Bawaslu Jakarta Utara lainnya,M. Sobirin Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran; Nur Hamidah, Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi (SDMO), dan Ronald Reagen, Koordinator Divisi Pencegahan. Mereka akan berbagi wawasan dan pengalaman mengenai strategi efektif dalam menjalankan tugas pengawasan pemilihan.

“Dalam dunia pengawasan pemilu, kapasitas teknis saja tidak cukup. Penguasaan terhadap aturan, prosedur, serta regulasi adalah hal yang mutlak, tetapi kemampuan interpersonal dan soft skills juga memegang peranan yang sangat penting. Pengawas pemilu dituntut tidak hanya mampu menjalankan tugas secara profesional, tetapi juga harus mampu membangun komunikasi yang baik, bekerja sama dalam tim, serta mengelola konflik yang mungkin timbul di lapangan,” ujar Hamidah dalam memberikan arahan kegiatan.

Penguatan kapasitas yang kita laksanakan hari ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kita tidak hanya dalam aspek teknis, tetapi juga dalam aspek sosial dan emosional. Kita harus ingat, keberhasilan pengawasan pemilihan bukan hanya soal memastikan aturan dijalankan, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa bekerja sama dan menjaga kepercayaan publik terhadap proses demokrasi ini.

Editor : Humas Bawaslu Kota Adm. Jakarta Utara
Penulis dan Foto : Alvi M