Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Sinergi Menuju Pemilu 2029, Bawaslu Jakarta Utara Gelar Konsolidasi Demokrasi Bersama Pemuka Agama Kristen

Konsoldem, 9 Juli

Jakarta, Bawaslu Kota Jakarta Utara – Ronald Reagen, Anggota Bawaslu Kota Jakarta Utara menerima kunjungan dari perwakilan Pendeta dari Pemuka Agama Kristen dalam kegiatan Konsolidasi Demokrasi yang berlangsung di Kantor Bawaslu Kota Jakarta Utara, Kamis (9/7/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi antara penyelenggara pemilu, unsur legislatif, dan tokoh agama dalam membangun demokrasi yang inklusif, partisipatif, dan berintegritas sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu dan Pemilihan Serentak Tahun 2029.

Dalam kesempatan tersebut, Ronald Reagen, Anggota Bawaslu Kota Jakarta Utara memaparkan tugas dan fungsi pengawasan kepemiluan, sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam melakukan upaya pencegahan terhadap berbagai potensi pelanggaran pemilu sejak dini. Salah satu materi yang disampaikan adalah pentingnya menjaga netralitas rumah ibadah dari aktivitas politik praktis.

Ronald menegaskan bahwa rumah ibadah merupakan tempat untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan, persatuan, dan kerukunan umat, sehingga tidak boleh dimanfaatkan sebagai sarana kampanye ataupun aktivitas yang mengarah pada keberpihakan kepada peserta pemilu. Edukasi mengenai ketentuan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama agar proses demokrasi tetap berlangsung sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Selain itu, Ronald Reagen juga menyosialisasikan bahaya politik uang (money politics) yang dapat merusak kualitas demokrasi dan mengurangi kebebasan masyarakat dalam menentukan pilihan politiknya. Praktik politik uang tidak hanya melanggar ketentuan hukum, tetapi juga berpotensi melahirkan kepemimpinan yang tidak berorientasi pada kepentingan publik.

"Konsolidasi demokrasi merupakan ikhtiar bersama untuk membangun fondasi demokrasi yang semakin kuat menjelang Pemilu dan Pemilihan Serentak Tahun 2029. Bawaslu tidak dapat bekerja sendiri dalam mewujudkan pemilu yang berintegritas. Sinergi dengan tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam memperkuat pengawasan partisipatif, meningkatkan literasi kepemiluan, dan menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa menjaga demokrasi adalah tanggung jawab bersama. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, kami optimistis kualitas demokrasi akan semakin baik dan kepercayaan publik terhadap proses kepemiluan akan terus meningkat," ujar Ronald Reagen Yoseph Tanamal, Anggota Bawaslu Kota Jakarta Utara.

Melalui dialog bersama Pemuka Agama Kristen, Bawaslu Kota Jakarta Utara mengajak tokoh agama untuk menjadi mitra strategis dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga rumah ibadah tetap netral, menolak segala bentuk politik uang, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengawasi setiap tahapan kepemiluan.

Kegiatan konsolidasi demokrasi ini menjadi salah satu langkah nyata Bawaslu Kota Jakarta Utara dalam memperkuat pengawasan partisipatif pada masa non-tahapan. Dengan kolaborasi yang terus dibangun bersama berbagai elemen masyarakat, diharapkan penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan Serentak Tahun 2029 dapat berlangsung secara demokratis, jujur, adil, transparan, dan berintegritas.

Editor : Humas Bawaslu Kota Adm. Jakarta Utara
Penulis dan Foto : Alvi M