Susun Strategi Kehumasan, Bawaslu DKI Jakarta Gelar Rakor
|
Cawang - Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi DKI Jakarta melakukan rapat koordinasi strategi kehumasan, dikarenakan Humas pada masa ini memiliki peran yang sangat penting untuk membangun komunikasi publik.
Rapat koordinasi strategi kehumasan ini terfokus pada penulisan berita dalam pengelolaan kehumasan peliputan dan dokumentasi. Rapat yang dilaksanakan pada hari Selasa (2 Nov 2021) bertempat di Hotel Best Western Premier The Hive Jakarta, menghadirkan Narasumber yang memang memiliki kompetensi dibidang kehumasan.
kegiatan ini dihadiri oleh seluruh Pimpinan Bawaslu Provinsi DKI Jakarta, Para Koordinator dan Staf Kehumasan Bawaslu Kabupaten/Kota Se-Provinsi DKI Jakarta serta para awak media dan juga organisasi kemasyarakatan.
Koordinator Humas Bawaslu Provinsi DKI Jakarta Ibu Siti Khofifah yang akrab dengan sapaan Ibu Opie ini dalam sambutannya mangatakan dengan adanya kegiatan rapat koordinasi ini diharapkan dapat manambah kamampuan dan kapasitas serta adanya persamaan persepsi dalam pengelolaan kehumasan peliputan dan dokumentasi.
Rapat ini dibuka secara resmi oleh Ketua Bawaslu Provinsi DKI Jakarta Bapak Muhammad Jufri dengan sebuah pantun, "Pagi - pagi pergi ke Hotel Best Western, Menghadiri acara Bawaslu, Koordiv Humas Bawaslu DKI Jakarta memang keren, Kita do'akan sehat selalu" ucap beliau. Acarapun segera dilanjutkan dengan paparan dari para narasumber secara estafet sampai seluruh rangkaian acara berakhir.
Sebelum berakhir acara ini ditutup oleh Anggota Bawaslu Republik Indonesia Bapak Fritz Edward Siregar yang dalam sambutannya beliau kembali menyemangati semua yang hadir dalam kegiatan rapat. "Dalam membuat berita berpikirlah menjadi seperti redaktur di media massa. Diskusikan angle berita yang akan dipakai. Saya belajar dari media saat ini yang menulis media sekarang mereka tidak lagi hanya sekadar berita tertulis, tetapi juga ada gambar, meme, dan videonya" ujar beliau.
Dia menambahkan, agar penampilan foto dan video jangan pula hanya berisi kegiatan seremonial. Menurutnya, para wartawan membutuhkan foto dan video yang bercerita mengenai kepemiluan. “Mereka (wartawan) menginginkan foto dan video yang punya cerita seperti foto persidangan dengana ada tambahan foto saat palu diketuk. Artinya wartawan juga bisa menceritakan suatu gambar dari proses sekaligus kita ikut memberikan tambahan pengetahuan kepada wartawan yang mungkin belum mengetahui apa itu Bawaslu dan setiap tahapan-tahapan pemilu,” terangnya.
Selasai menyampaikan sambutan, beliaupun menutup acara rapat koordinasi ini dengan berpesan kepada semua yang hadir. “Menulis itu adalah sebuah kebiasaan. Menulis adalah pengalaman menemukan kata-kata. Jangan lelah dengan membuat target menulis misalnya 500 kata per hari. Itu bagian dari ikhtiar kita bersama" tutup beliau.
