Lompat ke isi utama

Berita

Tingkatkan Kapasitas Kehumasan, Bawaslu Kota Jakarta Utara Gelar Pelatihan

Tanjung Priok - Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Administrasi Jakarta Utara menyelenggarakan kegiatan Pengelolaan Kehumasan, Peliputan dan Dokumentasi dengan tema “Pelatihan Penulisan Artikel”, Selasa (26/10/2021) di Hotel Danau Sunter Jakarta (Sunlake Hotel).

Kegiatan ini dihadiri oleh Koor Div. Humas Provinsi DKI Jakarta, Seluruh Pimpinan Bawaslu Kota Jakarta utara, para awak media dan Pemantau Pemilu serta seluruh staf Kehumasan Bawaslu Kabupaten/Kota Provinsi DKI Jakarta. Dalam Sambutannya Ketua Bawaslu Kota Jakarta Utara Bapak Sali Imaduddin mengatakan, "Kegiatan ini semata-mata dilakukan agar Divisi Humas Bawaslu bisa lebih baik lagi dalam membuat artikel atau tulisan agar terciptanya citra lembaga yang baik dalam masyarakat, karena pimpinan kita juga sering menekankan bahwa mukanya Bawaslu adalah Divisi Humas, kalo gak ganteng orang gak mau ngelirik, kalo ganteng tapi jarang eksis ya orang juga banyak yang gak tau” ujar beliau.

Siti Khofifah Selaku Koor. Div. Humas Bawaslu Provinsi DKI Jakarta membuka kegiatan ini, "Humas adalah muka dari sebuah lembaga. Humas harus bisa mencitrakan sebuah lembaga. Sebagai Lembaga Negara yang dibiayai APBD dan APBN, kita harus melaporkan kepada masyarakat mengenai kegiatan yang kita laksanakan, kita juga harus mengedukasi masyarakat mengenai kepemiluan, melalui humas. Dalam pelaksanaannya humas juga harus dibantu oleh semua divisi dibawaslu mengenai bahan-bahannya." ucap Ibu Opie panggilan akrabnya dalam sambutan yang dilanjutkan membuka kegiatan.

Dalam pelatihan ini, Bawaslu Kota Jakarta Utara menghadirkan Narasumber yang kompeten dalam bidang penulisan artikel yaitu Bapak Amsar A. Dulmanan Dosen Sosiologi Politik UNUSIA (Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia), materi yang disajikan pun sangat menarik yaitu seputar tips dan trik dalam menulis article yang baik. Narasumber menyampaikan bahwa menulis artikel atau berita sebenrnya sangat mudah dengan syarat setiap peribadi harus menjadi pembaca yang baik, pencermat yang baik dan pemikir yang baik.

"Berapa banyak buku yang dibaca tiap harinya" ujar narasumber dalam paparannya, yang membuat para peserta mengerutkan dahi dan suasanapun menjadi hening, tapi tak berlangsung lama suasanapun sudah kembali karena narasumber mengatakan tidak ada kata terlambat untuk kita semua memulai membaca.

Dipenghujung pelatihan, peserta diminta untuk mengirimkan tulisan terkait kegiatan pelatihan ini. Tulisan juga akan dinilai untuk mengetahui sejauh mana pemahaman peserta dengan materi yang sudah disampaikan. Dan sebelum berakhir semua melakukan foto bersama.

Tag
Publikasi